udienz@blog:~$
Pemikiran Islam
Berani kaga?
Dec 21st
Setelah membaca postingan tentang doraemon-cs dan feedbacknya… saya males nanggapi… itu hanya membuang waktu saya, saya memang suka film kartun tapi hanya untuk refresing saja biar kepala ga penat karena mengurusi masalah penting lainya
saya tidak akan menanggapi, si anton, si retorika dan lainya. tetapi yang menjadi pemberontakan saya adalah “kenapa setiap komentar harus melalui moderasi“?
MHS, Menurut hemat saya
tak apalah kita di caci dan di maki atau di puji oleh orang lain karena tindakan kita… itulah bentuk kejantanan kita.. seperti di blog saya, bahkan si HOAX pun masih saya perbolehkan, walaupun kemudian saya delete karena tidak ada manfaat… saya juga pernah di caci kok… lebih baik jangan nulis daripada kena cacian….
“Segala cacian, makian, hinaan, delaan dan lain-lainya akan ku bekukan dalam otakku sehingga itu semua menjadikanku semangat yang baru
dan lebih bisa memahami arti dari kehidupan….
terima kasih bagi yang telah mencaciku, mencelaku, menghinaku, memakiku, dan lainya
sesungguhnya kalian adalah sumber inspirasiku…
Terima kasih…..”
So, berani lepasin mode komentar jadi mode free?
Anak Solo, kenapa Memalukan???
Aug 16th
sebelumnya coba lihat http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/15/time/161412/idnews/817693/idkanal/399

sangat ironis!!!! bagaimana mungkin saya bisa diam ketika TanahKelahiran menentang Penegakan HAKI… sekali lagi HAKI harus di tegakkan!!
kalau melihat alasan dari berita di atas:
- Pembelian Software legal Mahal
- software gratisan susah
- software gratisan minim penforma
- software gratisan belum membooming
- bullshit!
tanggapan
- Pembelian Software legal Mahal, gunakan yang gratis… salah satunya pake Linux. dukungan linux di indonesia sangat bagus kok… mau tanya linux langsung aje ke http://linux.or.id
- software gratisan susah, sesuatu yang susah di karenakan
- tidak mau mencoba
- belum terbiasa
- tidak mau belajar
- kurang gaul ma orang-orang di luar sana
- software gratisan minim penforma, justru itulah tugas kita untuk mengembangkan software… kalau tidak bisa programming anda pun bisa melalui jalan lain seperti:
- sumbang artwork
- sumbang dana
- sumbang pemikiran
- sumbang manajemen
- software gratisan belum membooming, sekali lagi… harus kita yang mempelopori… siapa lagi…???
dan ingat… jangan sampe di tunggangi sama kepentingan POLITIK….
thx. udienz Asli Anak SOLO
Cinta Kepada Allah
Apr 23rd
Cinta Kepada Allah
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
——————————————————————————–
Firman Allah Ta’ala (artinya):
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang mengangkat sembahan-sembahan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; itu lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.”.” (Bara’ah/At-Taubah: 24)
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ada tiga perkara, barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya karena Allah; dan tidak mau kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia tidak mau kalau dicampakkan ke dalam api.”
Dan disebutkan dalam riwayat lain: “Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman, sebelum…” dst.
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ia berkata:
“Barangsiapa mencintai seseorang karena Allah, membenci seseorang karena Allah, membela seseorang karena Allah dan memusuhi seseorang karena Allah, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan dari Allah hanyalah bisa diperoleh dengan hal tersebut. Dan seorang hamba tidak akan menemukan rasa nikmatnya iman, sekalipun banyak shalat dan shiyamnya, sehingga dia bersikap demikian. Persahabatan di antara manusia pada umumnya didasarkan atas kepentingan dunia, namun hal itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka.”
Ibnu ‘Abbas, dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala: “… dan putuslah hubungan antara mereka sama sekali.” (Al-Baqarah: 166), ia mengatakan: “yaitu kasih sayang.”
Kandungan tulisan ini:
Tafsiran ayat dalam surah Al-Baqarah. Ayat ini menunjukkan barangsiapa mempertuhankan selain Allah dengan mencintainya seperti mencintai Allah maka dia adalah musyrik.
Tafsiran ayat dalam surah Bara’ah/At-Taubah. Ayat ini menunjukkan bahwa cinta kepada Allah dan cinta kepada yang dicintai Allah wajib didahulukan di atas segala-galanya.
Wajib mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih daripada kecintaan terhadap diri sendiri, keluarga dan harta benda.
Pernyataan “tidak beriman”, bukan berarti keluar dari Islam, (tetapi artinya ialah tidak beriman sempurna).
Bahwa iman ada rasa manisnya, kadangkala dapat diperoleh seseorang dan kadangkala tidak.
Disebutkan empat sikap yang merupakan syarat mutlak untuk memperoleh kewalian dari Allah, dan seseorang tidak akan menemukan rasa nikmatnya iman kecuali dengan keempat sikap itu.
Pemahaman Ibn ‘Abbas terhadap realita, bahwa hubungan persahabatan pada umumnya didasarkan atas kepentingan duniawi.
Tafsiran ayat: “… dan terputuslah segala hubungan antara mereka sama sekali.” Ayat ini menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang yang telah dibina orang-orang musyrik di dunia akan terputus sama sekali ketika di akherat, dan masing-masing dari mereka akan melepaskan diri darinya.
Disebutkan bahwa di antara orang-orang musyrik ada yang mencintai Allah dengan kecintaan yang sangat.
Ancaman terhadap seseorang yang kedelapan perkara tersebut di atas (orang tua, anak-anak, saudara, isteri, kaum keluarga, harta kekayaan, perniagaan dan tempat tinggal) lebih dicintainya daripada agamanya.
Memuja selain Allah dengan mencintainya sebagaimana mencintai Allah, itulah syirik akbar.
Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.
Tiada Seorangpun Yang Berhak Disembah Selain Allah
Apr 23rd
Tiada Seorangpun Yang Berhak Disembah Selain Allah
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
——————————————————————————–
Firman Allah Ta’ala (artinya):
“Patutkah mereka berbuat syirik (dengan menyembah selain Allah) yang tak dapat menciptakan apa-apa? Padahal selain Allah itu adalah ciptaan(Nya). Dan sembahan-sembahan selain Allah itu tidak mampu memberi pertolongan kepada orang-orang musyrik, dan kepada dirinya sendiri pun sembahan-sembahan itu tidak dapat memberi pertolongan.” (Al-A’raf: 191-192)
“… Dan sembahan-sembahan yang kamu seru, selain Allah, tidak memiliki apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak akan mendengar seruanmu itu; kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu; dan pada hari Kiamat mereka mengingkari kemusyrikanmu, dan tiada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.” (Fathir: 13-14)
Diriwayatkan dalam Shahih (Al-Bukhari dan Muslim) dari Anas Radhiyallahu ‘anhu katanya: “Pada waktu peperangan Uhud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terluka di bagian kepala dan gigi taringnya. Maka beliau bersabda: “Bagaimana akan beruntung suatu kaum yang melukai Nabi mereka?” Lalu turun ayat: “Tak ada apa-apa bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu. (Ali Imran: 128).”
Dan diriwayatkan dalam Shahih (Al-Bukhari), dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah terluka di bagian kepala dan gigi taringnya sewaktu perang Uhud) berdoa tatkala mengangkat kepalanya dari ruku’ pada rakaat terakhir dalam shalat shubuh: “Ya Allah! Laknatilah si fulan dan si fulan”, yaitu seusai beliau mengucapkan: Sami’allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd.”
Sesudah itu Allah pun menurunkan firman-Nya: “Tak ada hak apapun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu.”
Dan menurut riwayat lain: “Beliau mendoakan semoga Shafwan bin Umayyah, Suhail bin ‘Amr dan Al-Harits bin Hisyam dijauhkan dari rahmat Allah”. Maka turunlah ayat: “Tak ada hak apapun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu.”
Diriwayatkan pula dalam Shahih Al-Bukhari, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Ketika diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ayat: “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.” (Asy-Syu’ara’: 214) berdirilah beliau dan bersabda: “Wahai segenap kaum Quraisy, tebuslah diri kamu sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya). Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Wahai ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib! Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Wahai Shafiyah bibi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam! Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Dan Wahai Fathimah puteri Muhammad! Mintalah kepadaku apa yang kamu inginkan dari hartaku. Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah.”
Kandungan tulisan ini:
Tafsiran kedua ayat tersebut di atas. Kedua ayat tersebut menunjukkan kebatilan syirik mulai dari dasarnya, karena makhluk yang lemah ini, yang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, tak dapat dijadikan sebagai sandaran sama sekali; dan menunjukkan pula bahwa Allah-lah yang berhak dengan segala macam ibadah yang dilakukan manusia.
Kisah perang Uhud.
Rasulullah, Pemimpin para rasul, dalam shalat Shubuh telah melakukan qunut sedang para sahabat yang berada di belakang beliau mengucapkan “amin”.
Orang-orang yang beliau doakan semoga Allah menjauhkan mereka dari rahmat-Nya adalah orang-orang kafir.
Orang-orang kafir itu telah berbuat hal-hal yang tidak dilakukan oleh kebanyakan orang kafir, antara lain: melukai nabi dan berambisi sekali untuk membunuh beliau serta mereka merusak tubuh para korban yang terbunuh, padahal korban-korban tersebut adalah sanak famili mereka sendiri.
Tentang perbuatan mereka itu, Allah telah menurunkan firman-Nya kepada beliau: “Tak ada hak apapun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu.”
Allah Ta’ala berfirman: “Atau Allah menerima taubat mereka, atau menyiksa mereka.” (Al-Imran: 128)
Melakukan qunut nazilah, yaitu qunut yang dilakukan ketika berada dalam keadaan mara bahaya.
Menyebutkan nama-nama beserta nama-nama orang tua mereka yang didoakan terlaknat di dalam shalat, tidak membatalkan shalat.
Boleh melaknat terhadap orang kafir tertentu dalam qunut.
Kisah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala diturunkan kepada beliau ayat: “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.”
Kesungguhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ini, sehingga beliau melakukan sesuatu yang menyebabkan dirinya dituduh gila; demikian halnya apabila dilakukan oleh seorang muslim pada masa sekarang ini.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan keluarga yang paling jauh kemudian yang terdekat, dengan bersabda: “Sedikit pun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah”, sampai beliau bersabda kepada puterinya sendiri: “Wahai Fathimah puteri Muhammad, sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah.”
Apabila beliau telah memaklumatkan secara terang-terangan, padahal beliau adalah Pemimpin para rasul, bahwa beliau sedikitpun tak berguna bagi diri puterinya sendiri, wanita termulia sealam ini; dan orangpun mengimani bahwa beliau tidak mengatakan kecuali yang haq, kemudian dia memperhatikan apa yang terjadi pada diri kaum khawash (yaitu orang-orang yang ditokohkan dalam masalah agama dan merasa bahwa dirinya patut diikuti, disegani dan diminta berkah doanya dewasa ini) akan tampak baginya bahwa tauhid sudah ditinggalkan dan tuntunan agama menjadi asing.
Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.


Recent Comments