<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.: udienz :. &#187; Cinta</title>
	<atom:link href="http://blog.udienz.net/category/myself/cinta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.udienz.net</link>
	<description>udienz@blog:~$</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Jan 2010 23:03:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ada yang bisa jawab?</title>
		<link>http://blog.udienz.net/2009/06/ada-yang-bisa-jawab.html</link>
		<comments>http://blog.udienz.net/2009/06/ada-yang-bisa-jawab.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 20:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udienz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[MySelf]]></category>
		<category><![CDATA[pesbuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.udienz.net/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[
Pertanyaan dari salah satu kuis di pesbuk, nah ada yang bisa jawab?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.udienz.net/wp-content/uploads/2009/06/Screenshot.png"><img src="http://blog.udienz.net/wp-content/uploads/2009/06/Screenshot.png" alt="Screenshot" title="Screenshot" width="524" height="222" class="aligncenter size-full wp-image-416" /></a></p>
<p>Pertanyaan dari salah satu kuis di pesbuk, nah ada yang bisa jawab?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.udienz.net/2009/06/ada-yang-bisa-jawab.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa mekso banget</title>
		<link>http://blog.udienz.net/2009/02/doa-mekso-banget.html</link>
		<comments>http://blog.udienz.net/2009/02/doa-mekso-banget.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 10:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udienz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ga penting]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[ngakak]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.udienz.net/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[ini doa yang sangat-sangat mekso, dulu saya pernah baca yang kayak gini, tapi ini sungguh mekso. ini dibuat oleh teman saya dan dikirim di milis Teknik Elektro. Silakan baca
gak tahu ni yg ngarang sp, q dapet dari fs temenq, coba diresapi artinya, cool...

Ya Tuhan semoga dia menjadi isteriku. Kalau dia memang jodohku,dekatkanlah… 

Tapi kalau bukan  <a href="http://blog.udienz.net/2009/02/doa-mekso-banget.html" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini doa yang sangat-sangat mekso, dulu saya pernah baca yang kayak gini, tapi ini sungguh mekso. ini dibuat oleh teman saya dan dikirim di milis Teknik Elektro. Silakan baca</p>
<pre>gak tahu ni yg ngarang sp, q dapet dari fs temenq, coba diresapi artinya, cool...

Ya Tuhan semoga dia menjadi isteriku. Kalau dia memang jodohku,dekatkanlah… 

Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah….
Jika dia tidak berjodoh denganku,maka jadikanlah kami berjodoh..

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, Selain aku…

Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku…

Dan pada saat dia telah tidak memiliki jodoh,jodohkanlah kami kembali…
Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku….

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali si dia dengan ku …
“Amin…”.</pre>
<p>saya langsung ngakak lihat ini <img src='http://blog.udienz.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.udienz.net/2009/02/doa-mekso-banget.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan…</title>
		<link>http://blog.udienz.net/2008/05/kehidupan%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://blog.udienz.net/2008/05/kehidupan%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 17:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udienz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Perenungan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://udienz.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di dunia ini akan terasa indah dan sesaat apabila kita hidup dengan orang yang kita cinta dan mencintai kita, dan akan membahagiakan lagi jika kita jalani dengan penuh keikhlasan, penuh motivasi, dan senyuman.
Kenapa kita harus mencintai seseorang yang belum tentu dia mencintai kita seperti kita mencintainya? quote: Awangga, ST (my freind at campus)
jadi&#8230;jadi&#8230;.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di dunia ini akan terasa indah dan sesaat apabila kita hidup dengan orang yang kita cinta dan mencintai kita, dan akan membahagiakan lagi jika kita jalani dengan penuh keikhlasan, penuh motivasi, dan senyuman.</p>
<blockquote><p>Kenapa kita harus mencintai seseorang yang belum tentu dia mencintai kita seperti kita mencintainya? quote: Awangga, ST (my freind at campus)</p></blockquote>
<p>jadi&#8230;jadi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.udienz.net/2008/05/kehidupan%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paku dan Hati</title>
		<link>http://blog.udienz.net/2008/05/paku-dan-hati.html</link>
		<comments>http://blog.udienz.net/2008/05/paku-dan-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 17:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udienz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Perenungan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://udienz.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[***terinspirasi oleh cerita yang saya sudah lupa dimana sumbernya
Pada suatu ketika ada seorang bapak yang bijak mempunyai seorang anak perempuan, si anak ini mempunyai cita-cita yang mulia dengan merubah kelakuan hidupnya. Bapaknya menanggapi dengan suka cita, hampir semua perbuatan baik si anak lakukan namun hanya satu hal yang belum bisa ia tinggalkan, yaitu masalah cinta.  <a href="http://blog.udienz.net/2008/05/paku-dan-hati.html" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>***terinspirasi oleh cerita yang saya sudah lupa dimana sumbernya</p>
<p>Pada suatu ketika ada seorang bapak yang bijak mempunyai seorang anak perempuan, si anak ini mempunyai cita-cita yang mulia dengan merubah kelakuan hidupnya. Bapaknya menanggapi dengan suka cita, hampir semua perbuatan baik si anak lakukan namun hanya satu hal yang belum bisa ia tinggalkan, yaitu masalah cinta. Perempuan itu belum bisa mengalahkan hatinya yang selalu goyah bila bertemu dengan cowok lain, perempuan itu mempunyai catatan buruk masa kelam tentang cinta dan dia ingin memperbaikinya dengan sepenuh hati namun belum bisa.</p>
<p>Si anak tersebut mengeluh pada bapaknya karena dirinya belum bisa merubah kelakuan yang tidak baik tentang romantisme hidup. Bapaknya hanya menjawab “bersabarlah nak…”. haripun berganti, bulan beriringan muncul. suatu ketika ada lelaki sebelah desa yang menyatakan cinta nya pada anak perempuan, dalam kebimbangan dan ketakutan masa lalu bapaknya berkata “nak, hari ini ada seorang lelaki yang cinta padamu. bapak tau engkau mempunyai kenangan buruk masa lalu, dan sekarang engkau ketakutan akan mengulanginya lagi. untuk itu jikalau engkau melukai hati lelaki itu pakulah tembok mu dengan satu paku. dan jika engkau bisa membuat dia senang cabutlah paku itu”</p>
<p>Anak perempuan itu setuju dengan saran dari bapaknya, maka di terimalah cinta lelaki itu. pada awal pacaran mereka berdua adem ayem loh jinawi…. selang beberapa bulan perempuan itu membuat kesalahan, satu paku ia tancapkan di dinding. esoknya ketika bangun dari tidurnya perempuan itu melihat diding kamarnya di dalam hatinya ia berpikir “ah baru satu paku kok, masih banyak ruang yang tersisa” kemudian pagi itu juga dia mulai berbong untuk meutupi kesalahanya kemarin, begitu juga selanjutnya. kebohongan yang dia buat sungguh banyak hingga paku yang di tancapkan sangatlah banyak.</p>
<p>Karena risih dan kasihan dengan lelaki itu maka si perempuan itu berterus terang dengan lelaki tersebut. Lelaki itu akhirnya memaafkan kesalahan perempuan itu dan perempuan itu berjanji tidak akan melukai lelaki itu lagi. senyuman dan perhatian yang lebih ia tujukan kepada lelaki itu, amat berbunga-bunga hati lelaki itu. maka satu demi satu paku ia cabuti, meski belum semua paku ia cabut tapi hanya sedikit paku yang menancap di dinding paku. Hari demi hari ia lalui dengan rasa cintanya pada lelaki pujaan hatinya, dan semakin sedikit paku yang menancap sekarang.</p>
<p>Di pagi hari ketika bangun dia tersenyum melihat paku yang menancap di dinding kamarnya “sungguh sedikit oey” begitu hatinya berbicara, “aku bangga pada diriku sendiri”</p>
<p>Entah karena terlalu senang dengan kesalahan yang dia buat, perempuan itu mulai lalai lagi. cinta pada lelaki itu mulai luntur dan dia muali beranjak pada lelaki lain. Memang dia pernah mempunyai catatan buruk dulu, namun sekarang sepertinya ia ulangi lagi… ia mencuri-curi waktu untuk bertemu dengan lelaki lain, berbohong pada kekasihnya. hingga pada saat mau tidur ia mulai kebingungan karena paku yang memancap di dinding kamarnya sunggu banyak hingga kelihatan menjijikkan jika di lihat. Tengah malam hari ia mulai tersadar akan ke khilafan itu, akhirnya ia sadar dan berjanji (lagi) tidak akan mengulanginya. diapun mengaku bersalah dan meminta maaf pada kekasihnya, untung saja kekasihnya memaafkanya dan memberinya kesempatan.</p>
<p>Satu demi satu paku ia cabuti, dan hari demi hari ia berjanji ketika bangun tidur akan selalu mengurangi paku yang menancap di dindingnya. walhasil paku di dindingnya kini sudah habis yang tinggal hanyalah bekas tancapan nya saja dan ia pun bangga. Kebanggan bagi dirinya karena ia berbuat baik sekarang, diapun kemudian menceritakan kesuksesanya pada bapaknya.</p>
<p>bapaknya yang bijak itu bertanya pada anaknya, “wahai anakku taukah kamu maksud dari paku dan dinding itu”, si anak menjawab “terangkanlah wahai bapakku”. bapak itu menyambung lagi “bagaimana dengan nbekas pakunya, apakah masih ada?”. “Masih dan mungkin butuh waktu yang lama untuk nmanambal goresan bekas paku itu” jawab anak, bapaknya menghela nafas dalam… “andaikan paku itu adalah kamu dan dinding itu adalah hati lelaki, bagaima menurutmu anakku?” perempuan itu menjawab….. “…….(mungkin karena terbawa esmozi dia tidak bisa menjawab)”</p>
<p>“itulah sebabnya kita di suruh berbuat baik dengan orang lain, suatu kesalahan akan di maafkan tapi tidak akan di lupakan anakku”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.udienz.net/2008/05/paku-dan-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amburadul</title>
		<link>http://blog.udienz.net/2008/05/amburadul.html</link>
		<comments>http://blog.udienz.net/2008/05/amburadul.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 15:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udienz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Perenungan]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[romantis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://udienz.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[[mode romatis ON]
Masih ingatkah kau akan janji Ku padamu
Masih ingatkah kau akan komitmen Ku padamu
Masih ingatkah kau akan kasih sayang Ku padamu
Masih ingatkah kau akan rasa cinta Ku padamu
masihkah ada kata sayangmu pada Ku?
masihkah ada rasa rindumu pada Ku?
masihkah ada rasa setiamu pada Ku?
masihkah adakah rasa cintamu pada Ku?
Sayang..
entah dengan apalagi aku ungkapkan rasa di  <a href="http://blog.udienz.net/2008/05/amburadul.html" class="more-link">More &#62;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[mode romatis ON]<br />
Masih ingatkah kau akan janji Ku padamu</p>
<p>Masih ingatkah kau akan <a href="http://udienz.wordpress.com/2007/10/24/tau-nggak/#comment-3711" target="_blank">komitmen</a> Ku padamu</p>
<p>Masih ingatkah kau akan <a href="http://udienz.wordpress.com/2007/10/24/tau-nggak/" target="_blank">kasih sayang</a> Ku padamu</p>
<p>Masih ingatkah kau <a href="http://udienz.wordpress.com/2008/02/13/kutemukan-dirimu/" target="_blank">akan rasa cinta</a> Ku padamu</p>
<p>masihkah ada kata sayangmu pada Ku?</p>
<p>masihkah ada rasa rindumu pada Ku?</p>
<p>masihkah ada rasa setiamu pada Ku?</p>
<p>masihkah adakah rasa cintamu pada Ku?</p>
<p>Sayang..</p>
<p>entah dengan apalagi aku <a href="http://udienz.wordpress.com/2007/12/01/walah-walah/" target="_blank">ungkapkan rasa</a> di dada ku ini</p>
<p>entah dengan apalagi aku ungkapkan cintaku ini padamu</p>
<p>entah dengan apalagi <a href="http://udienz.wordpress.com/2007/10/24/karena-cinta/" target="_blank">aku ungkapkan</a> setiaku padamu</p>
<p>Hanya rasa rinduku ini</p>
<p>hanya rasa <a href="http://udienz.wordpress.com/2008/01/18/2-vs-1-one-isnt-one/" target="_blank">sayangku</a> ini</p>
<p>hanya rasa cintaku ini</p>
<p>yang akan <a href="http://udienz.wordpress.com/2008/02/19/petuah-hamka/" target="_blank">ku pelihara</a> hingga ujung waktu</p>
<p>Midnight 26-05-2006<br />
[mode romatis OFF]</p>
<pre>
Seseorang: <em>din... kowe kuwi nulis opo to dien...?</em>
dien: <em>ki hasile wangsit ndek bengi mas.</em>
Seseorang: <em>lha terus? emang kowe romatis to? duwe pacar?</em>
dien: <em>menggok mas, menggo nabrak. lha uwong koyo aku kie opo enek seng nyenengi toh? nek enek yo aku lak wes dadi bintangno... yo to?</em>
Seseorang: <em>Sontoloyo! gombal mukiyem!</em>
dien: <em>pancen... lagi ngerti toh! mbak mukiyem gombale entek mas, di gowo mas mukijo</em>
</pre>
<p>t<span style="text-decoration: line-through;">erimakasih bagi semua orang yang telah mengkritikku, menghinaku, menghianatiku, mencampakkanku. semua itu akan aku kristalisasi dan kusimpan baik dalam pikiranku, hingga aku mendapatkan pelajaran darimu. Karena dengan sikarmu itulah saya bisa belajar untuk menjadi yang lebih baik. Merdeka!! ***halah</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.udienz.net/2008/05/amburadul.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
