udienz@blog:~$
Perenungan
Wangsit hari ini
Mar 24th
Seperti biasa saya mendapatkan wangsit, hehehe. sekarang berbunyi:
Walau anda mempunyai prosesor yang cepat di komputer anda,
walau anda mempunyai hardisk sebesar apapun di komputer anda,
walau anda mempunyai lebar pita bandwidth di komputer anda,
walau anda mempunyai settingan yang setangguh apapun,
.. Namun …
masih kalah dengan kesaktian Tombol Power dan Reset
Makasih buat pak Adang Hidayat yang mengilhami kata-kata ini
Kata mutiara hari ini
Mar 13th
pas mbukak websitenya ITS, saya menemukan kata mutiara yang bagus. ini dia:
Menunda amal perbuatan yang baik karena menanti-nanti kesempatan yang lebih baik merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa (Ibnu Athaillah)
Matur Nuwun buat webmaster [at] its.ac.id yang telah membuat saya berfikir semalam buat kata ini :p
Seberapa besar bumi kita?
Mar 10th
Sudah lama ga nulis tentang astronomi, baiklah saya mau tanya-tanya, Seberapa besarkah bumi ini? klik pada gambar bila terlalu kecil
gambar di bawah adalah perbandingan antara bumi, venus, mars dan planet “kecil” lainya 
gambar selanjutnya adalah pebandingan bumi di antara teman-temanya (termasuk matahari)

Besar sekali matahari! namun belum seberapa bila di bandingkan dengan bintang lainya di tata surya

Jadi seberapa “besar” bumi kita?, baiklah jika itu terlalu arogant, pertanyaan akan saya ubah menjadi “seberapa besar manusia?”
Bila manusia hanyalah setitik di bumi, maka seberapa “kecil” nya di tata surya?
Mahasuci Allah dengan segala ciptaanya
[17:37] Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
[10:5] Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
[13:2] Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.
Sumber terkait
Majalah E-Zine
Forum Bluefame
Pesan hari ini (Messages of the day)
Jul 25th
ah… akhirnya saya bisa menelurkan kata-kata lagi
Jika kamu bergerak, bersiaplah untuk menghadapai masalah
Jika kamu hidup, bersiaplah untuk menghadapi kematian
Jika kamu takut akan keduanya maka jangan pernah berfikir untuk hidup dan bergerak
Jember, Juli 24th 2008
kalo in imengutip dari orang laen
Dalam hidup, seseorang hanya butuh satu hal….. orang yang mencintai
Jika kamu tidak bisa memberikanya, berikanlah dia harapan
Jika kamu tidak bisa memberikanya juga, berikanlah dia sesuatu untuk dikerjakan
Diambil dari filem Flight the Phoenix (2004)
Paku dan Hati
May 29th
***terinspirasi oleh cerita yang saya sudah lupa dimana sumbernya
Pada suatu ketika ada seorang bapak yang bijak mempunyai seorang anak perempuan, si anak ini mempunyai cita-cita yang mulia dengan merubah kelakuan hidupnya. Bapaknya menanggapi dengan suka cita, hampir semua perbuatan baik si anak lakukan namun hanya satu hal yang belum bisa ia tinggalkan, yaitu masalah cinta. Perempuan itu belum bisa mengalahkan hatinya yang selalu goyah bila bertemu dengan cowok lain, perempuan itu mempunyai catatan buruk masa kelam tentang cinta dan dia ingin memperbaikinya dengan sepenuh hati namun belum bisa.
Si anak tersebut mengeluh pada bapaknya karena dirinya belum bisa merubah kelakuan yang tidak baik tentang romantisme hidup. Bapaknya hanya menjawab “bersabarlah nak…”. haripun berganti, bulan beriringan muncul. suatu ketika ada lelaki sebelah desa yang menyatakan cinta nya pada anak perempuan, dalam kebimbangan dan ketakutan masa lalu bapaknya berkata “nak, hari ini ada seorang lelaki yang cinta padamu. bapak tau engkau mempunyai kenangan buruk masa lalu, dan sekarang engkau ketakutan akan mengulanginya lagi. untuk itu jikalau engkau melukai hati lelaki itu pakulah tembok mu dengan satu paku. dan jika engkau bisa membuat dia senang cabutlah paku itu”
Anak perempuan itu setuju dengan saran dari bapaknya, maka di terimalah cinta lelaki itu. pada awal pacaran mereka berdua adem ayem loh jinawi…. selang beberapa bulan perempuan itu membuat kesalahan, satu paku ia tancapkan di dinding. esoknya ketika bangun dari tidurnya perempuan itu melihat diding kamarnya di dalam hatinya ia berpikir “ah baru satu paku kok, masih banyak ruang yang tersisa” kemudian pagi itu juga dia mulai berbong untuk meutupi kesalahanya kemarin, begitu juga selanjutnya. kebohongan yang dia buat sungguh banyak hingga paku yang di tancapkan sangatlah banyak.
Karena risih dan kasihan dengan lelaki itu maka si perempuan itu berterus terang dengan lelaki tersebut. Lelaki itu akhirnya memaafkan kesalahan perempuan itu dan perempuan itu berjanji tidak akan melukai lelaki itu lagi. senyuman dan perhatian yang lebih ia tujukan kepada lelaki itu, amat berbunga-bunga hati lelaki itu. maka satu demi satu paku ia cabuti, meski belum semua paku ia cabut tapi hanya sedikit paku yang menancap di dinding paku. Hari demi hari ia lalui dengan rasa cintanya pada lelaki pujaan hatinya, dan semakin sedikit paku yang menancap sekarang.
Di pagi hari ketika bangun dia tersenyum melihat paku yang menancap di dinding kamarnya “sungguh sedikit oey” begitu hatinya berbicara, “aku bangga pada diriku sendiri”
Entah karena terlalu senang dengan kesalahan yang dia buat, perempuan itu mulai lalai lagi. cinta pada lelaki itu mulai luntur dan dia muali beranjak pada lelaki lain. Memang dia pernah mempunyai catatan buruk dulu, namun sekarang sepertinya ia ulangi lagi… ia mencuri-curi waktu untuk bertemu dengan lelaki lain, berbohong pada kekasihnya. hingga pada saat mau tidur ia mulai kebingungan karena paku yang memancap di dinding kamarnya sunggu banyak hingga kelihatan menjijikkan jika di lihat. Tengah malam hari ia mulai tersadar akan ke khilafan itu, akhirnya ia sadar dan berjanji (lagi) tidak akan mengulanginya. diapun mengaku bersalah dan meminta maaf pada kekasihnya, untung saja kekasihnya memaafkanya dan memberinya kesempatan.
Satu demi satu paku ia cabuti, dan hari demi hari ia berjanji ketika bangun tidur akan selalu mengurangi paku yang menancap di dindingnya. walhasil paku di dindingnya kini sudah habis yang tinggal hanyalah bekas tancapan nya saja dan ia pun bangga. Kebanggan bagi dirinya karena ia berbuat baik sekarang, diapun kemudian menceritakan kesuksesanya pada bapaknya.
bapaknya yang bijak itu bertanya pada anaknya, “wahai anakku taukah kamu maksud dari paku dan dinding itu”, si anak menjawab “terangkanlah wahai bapakku”. bapak itu menyambung lagi “bagaimana dengan nbekas pakunya, apakah masih ada?”. “Masih dan mungkin butuh waktu yang lama untuk nmanambal goresan bekas paku itu” jawab anak, bapaknya menghela nafas dalam… “andaikan paku itu adalah kamu dan dinding itu adalah hati lelaki, bagaima menurutmu anakku?” perempuan itu menjawab….. “…….(mungkin karena terbawa esmozi dia tidak bisa menjawab)”
“itulah sebabnya kita di suruh berbuat baik dengan orang lain, suatu kesalahan akan di maafkan tapi tidak akan di lupakan anakku”


Recent Comments