Kampus meng-upgrade koneksinya?

This item was filled under [ MySelf, Networking ]

Tagged with: [ , , ]

Jaunty Release Party dan Road To Nanggar

This item was filled under [ BlankOn, Community, Foss-ID, Ubuntu ]

poster_uplot1Dateng yah….!

Testing BlankOn(e) Nanggar

This item was filled under [ BlankOn, Linux, MySelf ]

Belakangan ini banyak waktu yang tersisa, dan selama tersisa saya gunakan untuk ngetest CD BlankOn. ada pengalaman unik
* Harus rajin download
* Kompi kudu siap berat :D
* install ulang sampe berkali-kali
* buang berkas-berkas tak perlu :D wah ini yang susah

screenshot-blankon-berjalan-sun-virtualbox

nah ini BlankOne lagi jalan… Keren tampilan nya

screenshot-ubuntu-netboot-berjalan-sun-virtualbox

ini Ubuntu mau saya upgrade ke BlankOne… sabar yah, ini saya install dengan iso netboot jadi saya tidak mengunduh file normal yang 700MB itu. hanya instalasi ini kan berbasisikan jaringan jadi lebih irit space hdd :D

screenshot-ubuntu-netboot-berjalan-sun-virtualbox-1

Lagi Upgrade ke nanggar dari jaunty…
udah ah lanjut nge-test nya…

Tanggapan dari pertanyaan di milis tanya jawab

This item was filled under [ Debian, Linux, Networking, Ubuntu ]

Seseorang telah bertanya di milis tanya jawab tentang dokumentasi mirror, nah saya akan sedikit menjawab tentang bagaimana metode rsync untuk mirror debian/ubuntu dan turunan nya. Sedangkan opensuse saya sudah menjelaskan di tulisan sebelumnya

Rsync sangat di anjurkan bila anda menghendaki penyalinan file dari mirror repository, banyak sekali keuntungan nya tapi saya tidak akan bahas di sini :D . saya akan membahas tentang mirror debian dan turunannya. seperti yang kita ketahui directory standard dari arsip debian adalah adalah

* dists
* pool
* project

nah dalam melakukan mirorring arsip debian kita tidak bisa langsung menggunakan metode rsync biasa yaitu rsync mirror.kesukaan::debian/ /mirrors/debian -avh. itu kalau menurut tim debian mirror adalah salah. lha yang bener gimana? nah yang bener adalah dengan cara dua kali mirroring yaitu:

* alternatif pertama, melakukan mirroring directory pool/ kemudian baru melakukan mirroring semuanya, contoh:

# stage pertama
rsync -avhH --timeout 3600 --stats --partial --chmod=a+rX,u+w,og-w \
--exclude ~.tmp/ --chmod=a+rX,u+w,og-w \
ftp.debian.org::debian/pool/ /ftp/debian/pool/
# stage ke dua
rsync -avhH --timeout 3600 --stats --partial \
--exclude ~.tmp/ --delete --delete-after --delete-exclude --chmod=a+rX,u+w,og-w \
ftp.debian.org::debian/ /ftp/debian/
LANG=C date -u > "/ftp/debian/project/trace/`hostname -f`"

* alternatif ke dua, melakukan mirrorng tanpa menyertakan berkas Packages*, Sources*, ls-lRh*, dll. contoh

# stage pertama
rsync -avhH --timeout 3600 --stats --partial --chmod=a+rX,u+w,og-w \
--exclude Packages* --exclude Sources* --exclude Release* --exclude ls-lR*  --exclude .~tmp~/ \
--exclude project/trace/`hostname -f` \
ftp.debian.org::debian/ /ftp/debian/
# stage ke dua
rsync -avhH --timeout 3600 --stats --partial --chmod=a+rX,u+w,og-w \
--exclude Packages* --exclude Sources* --exclude Release* --exclude ls-lR*  --exclude .~tmp~/ \
--exclude project/trace/`hostname -f` \
--delay-updates --delete --delete-excluded \
ftp.debian.org::debian/ /ftp/debian/
LANG=C date -u > "/ftp/debian/project/trace/`hostname -f`"

nah bagaimana yang terbaik dari keduanya? silakan uji sendiri. saya menggunakan alternatif ke dua. Yang perlu di tekankan di sini adalah kenapa menggunakan dua metode itu? nah ini di karenakan dalam melakukan apt-get update kita hanya akan mengunduh berkas Packages/Packages.gz/Release/Source/Sources.gz jadi bila kita menjumpai ada teman kita waktu install dia menemukan “file not found” di server maka ada yang salah dengan metode singkronisasinya di server. Packages/Packages.gz/Release/Source/Sources.gz ini merupakan kumpulan paket atau sebut saja database dari paket-paket di dalam direktory pool/. jadi bila si database di unduh duluan maka akan terjadi kebingungan karena di database ada tapi kok di pool/ ga ada. Selain itu mutlak di berkanya timestamp di project/trace/. kenapa? ini untuk menandakan kapan terakhir si server melakukan singkronisasi.

Nah sekarang saya pengen membuat mirror debian/ubuntu dari mana saya dapatkan scriptnya? bisa di dapatkan di
* http://mirror.unej.ac.id/~udienz/push/anonftpsync
* https://launchpad.net/sedot
* http://mirror.unej.ac.id/debian/project/ftpsync/ftpsync-current.tar.gz

mana yang mudah? semua mudah kok :D

Tagged with: [ , , , , ]

Di balik mirroring (3): Mirror OpenSUSE

This item was filled under [ Community, Linux ]

OpenSUSE adalah distro ke dua ku ketika mengenal linux, yah distro kedua. yang pertama itu mandriva. Nah sekarang kebetulan di mirror.unej.ac.id sudah menyediakan repository OpenSUSE. Sekalian reuni masa lalu saya juga menemukan cerita yang unik ketika membuat repository OpenSUSE di mirror kampus UNEJ. nah seberapa unik? Begini, seperti biasanya distro besar pastilah menyediakan fasilitas mirrorring. nah di OpenSUSE ini ada yang beda, dimana modulnya banyak dan cukup rumit untuk melakukan mirroring. mari kita lihat bersama-sama di sini untuk rsync.opensuse.org dan di sini untuk stage.opensuse.org. banyak modul kan?. nah yang jadi unik itu antara lain:

  • banyak modul, bila anda punya mirror yang mepet, mending pake opensuse-hotstuff-160gb
  • tidak ada nya modul yang satu, satu ini mencakup kesemuanya. ini yang membuat saya bingung waktu pertama kali membangun repository. sebenarnya ada alternatif yaitu modul opensuse-full tapi modul ini tidak menyertakan repository BS (Build Services)
  • adanya Redirector, menurut saya ini sangat bagus dan cocok untuk kita yang ada di indonesia. ini yang membuat saya terkagum-kagum
  • nah… ini sudak masuk teknis. kalo waktu rsync ke rsync.opensuse.org maka saya mengakalinya untuk mengambil repo OpenSUSE di kambing dulu baru ke rsync.opensuse.org. kenapa? yah biar hemat bandwidth internasional
  • pernah hilang ~100GB ini gara-gara server KAIST down! bayangin ajah harus download ~100 GB lagi…

Alhadulillah semua teratasi, saya juga sangat bahagia dengan respon teman teman komunitas opensuse indonesia yang sangat mendukung dan mensupport dengan adanya mirror ini. Senang rasanya bisa membantu dan hilang rasa kesel karena download lagi ~100GB :D

akhir kata Happy Downloading dan Maju terus OpenSource indonesia!

Tagged with: [ , , ]